20 Maret 2015

Lapor Dan Tes DNA! Ketika Anak Anda Hilang

Belum seluruh kasus anak hilang di Indonesia terungkap. Pencarian yang tidak kunjung membuahkan hasil akhirnya hanya menyisakan laporan kasus di kepolisian.

Tetapi, cita-cita buat menemukan kembali buah hati tidak boleh pupus. Tidak Hanya melapor ke pihak berwajib, orangtua yang kehilangan anaknya pula butuh tes DNA.

Buat apa tes DNA? Wakil Ketua Laboratorium Forensik dinas Eijkman Loa Helena Suryadi mengemukakan, DNA orang tua dapat dimanfaatkan buat mencocokkan dengan. DNA anak-anak yang ditemukan dalam kasus perdagangan anak.

"Barangkali disaat ada penangkapan kasus perdagangan anak, salah satunya ada anak hilang yang dicari. Kita tinggal teliti dengan DNA," papar Helena di Gedung Dinas Eijkman, Jakarta, Kamis (19/3/2015).

Helena menyampaikan, acara ini disebut DNA Prokids yang telah ada di Indonesia sejak 2010. Tes DNA dilakukan free baik pada anak-anak ataupun ibu yang kehilangan anaknya. DNA Prokids juga telah dilakukan di 15 negara di dunia.

Dengan begitu, pencarian anak yang hilang pun dapat dilakukan di negara lain hanya dengan mencocokan DNA. Dikarenakan, dalam kasus perdagangan anak, bisa saja anak dikirim ke luar negeri.

"DNA Prokids bertujuan mencegah perdagangan internasional dan mensupport penegak hukum memanfaatkan metode ilmiah buat menghapus perdagangan anak,” lanjut Helena.

Helena menuturkan, motif perdagangan anak di Indonesia bermacam-macam, seperti eksploitasi ekonomi, prostitusi, tenaga kerja, dan penyelundupan bayi buat menghilangkan asal usul keluarga.

Ironisnya, ada juga ijon bayi disaat dalam kandungan, perdagangan bayi dikarenakan ibu tak mampu bayar anggaran lahir, sampai ibu yang sengaja jual anaknya sebab tak dikehendakinya.