4 April 2015

Buah yang Mengandung Kosmetik

Buah yang Mengandung Kosmetik
Manusia tidak dapat lepas dari makanan dan minuman. Keduanya sangat dibutuhkan manusia untuk tetap hidup & memenuhi keperluan nutrisi badan. tapi Sayang, makanan & minuman juga dapat jadi sumber penyakit yang mengintimidasi kesehatan manusia.

Kasubdit Penerapan & Pengawasan Keamanan Pangan Kementerian Pertanian Ita Munardini menyampaikan, ada banyak pangan yang merupakan sumber makanan yang tak diolah dengan benar maka berdambak bagi kesehatan. Salah satunya pada sayuran ataupun buah-buahan.

Ita mengungkapkan, ada banyak buah-buahan “berkosmetik” atau dipoles bersama bahan kimia yang berlebihan supaya tampak bagus diwaktu dijual di pasaran.

“Sebetulnya, jangan berbangga waktu melihat tomat, wortel, atau apapun yang disajikan cantik sekali. Itu buah-buahan yang  mengandung kosmetik,” ujar Ita.
Buah-buahan tersebut rupanya disemprot bahan kimia pestisida tak sesuai dosis yang ditetapkan oleh Kementerian Pertanian. Sering kali pestisida sengaja disemprotkan pada buah-buahan dua hari sekali atau sebelum panen. Padahal, aturan pemberian pestisida cuma dua minggu sekali.

Menurut Ita, banyak petani yang melakukannya supaya ketika hasil panen didistribusikan ke pasar tiada lagi hama penyakit & organisme pengganggu tanaman. Ada juga yang mengkombinasikan type pestisida dengan alasan supaya lebih ampuh memberantas hama.

“Pestisida tak boleh dicampur atau oplos dengan yang lain sebab dapat memperkuat daya racunnya. Itu telah ada aturan seperti itu, namun memang penggunannya di arena lapang tetap banyak yang melanggar,” tutur beliau.

diluar itu, buah-buahan pun kerap diberikan pengawet biar tak cepat busuk. Akibatnya, manusia pula bakal mengonsumsi buah-buahan ataupun sayuran yang mengandung bahan kimia.

Paparan pestisida yang berlebihan & terus menerus terhadap sumber makanan manusia bakal menyebabkan bermacam macam penyakit seperti kanker, gangguan saraf, lever, sampai kelumpuhan. Untuk itu, cucilah buah-buahan ataupun sayuran dengan bersih sebelum dikonsumsi.