24 Maret 2015

Air Putih Tidak Diperbolehkan Untuk Bayi


Air Putih Tidak Diperbolehkan Untuk Bayi

Selain ASI, banyak orang tua memberikan air putih pada si mungil yang masih berumur 0-6 bln. Entah seusai menyusui ataupun di waktu-waktu yang lain. Padahal, etika itu amat keliru sebab berisiko menyebabkan beragam efek kesehatan. Berikut 4 bahaya jika bayi dikasih air putih menurut penjelasan Dr. Utami Roesli, Sp.A., MBA., CIML, IBCLC, dari Sentra Laktasi Indonesia :


Infeksi bakteri


Pemberian air putih kepada bayi 0--6 bln berisiko membuat bayi terinfeksi bakteri apabila air yang digunakan tercemar. Utami sendiri sempat mempunyai pengalaman, pasiennya yang berumur kira kira 1 bln, ibunya melaporkan kalau bayinya sering buang air besar sampai belasan bahkan puluhan kali dalam sehari. Ibunya mengira anaknya mencret lantaran penyakit, maka yang tadinya dikasih ASI, setelah itu diberikan pula air putih dan susu formula. Akhirnya bayi yang tadinya mencret normal justru pencernaannya terinfeksi bakteri.


Factor ini diketahui dari feses bayi yang mengandung darah. Kemungkinan besar, infeksi itu muncul dikarenakan asupan air putih yang diberikan ibunya. Terlebih kalau perlengkapan minumnya tak higienis, serta trick memasaknya tak sesuai dan telah tercemar bakteri.


Ganggu otak bayi


Ginjal bayi 0-6 bln belum berfungsi dengan baik, maka kalau dia dikasih air putih maka air seni bakal mengambil juga elektrolit dalam darah, contohnya natrium, yang sebenarnya bermanfaat bagi badan. Seandainya kekurangan zat itu, bayi berisiko mengalami kejang. Makin banyak elektrolit yang "terbuang", makin banyak risiko negatif yang dapat dialami. Alhasil, apabila bayi mengeluarkan banyak elektrolit dari seluruh organ tubuhnya, baik jantung, ginjal atau paru, temasuk otak, sehingga kegiatan otak akan terganggu. Gejalanya, dapat berupa suhu badan rendah sampai kejang-kejang.


Merusak ginjal


Bahaya lain seandainya bayi dikasih air putih ialah merusak ginjal. Fungsi ginjal yang merupakan pengatur keseimbangan cairan di dalam badan belumlah sempurna pada bayi umur 0—6 bln. Memang pada umur kehamilan 35 pekan, ginjal bayi telah terbentuk, namun belum berfungsi dengan baik. Demikian juga sesudah bayi lahir. Biarpun wujud ginjal telah sempurna. Factor ini bertahan sampai umur bayi 6 bln.


Lain halnya pada anak dan orang dewasa, ginjal telah mengatur asupan cairan masuk dengan yang dikeluarkan. Misal, jika banyak minum, ginjal bakal mengatur sehingga berkemihnya sering. Atau pada waktu udara dingin, bakal seringkali buang air kecil. Sebaliknya, pada cuaca panas, kita condong lebih jarang buang air kecil.


Intinya, ginjal mengatur keseimbangan cairan/elektrolit dalam badan, semisal natrium, kalsium, dan yang lain. Namun seandainya kejadiannya diwaktu ginjal belum sempurna kerjanya telah dikasih air putih, badan bayi dapat kelebihan air atau "keracunan" air. Lantaran air yang masuk tak mampu diseimbangkan dengan yang dikeluarkan.


Keracunan Memang benar bayi harus cukup minum, namun bukan minum air putih lo. Lantaran bayi umur 6 bln ke bawah minum air putih justru bakal merugikan si bayi itu sendiri. Penelitian Dr. Jennifer Anders darijohn Hopkins Children's Center di Baltimore Amerika Serikat membuktikan, pemberian air terhadap bayi dibawah enam bln berisiko mengakibatkan keracunan (intoksikasi).


Menurut Jeniffer, dengan cara naluriah bayi mempunyai refleks haus atau kemauan buat minum. Sebab itu, banyak orang tua yang memberikan bayinya penambahan air putih tidak hanya ASI. Padahal, ginjal si kecil belum berfungsi dengan baik. Akibatnya, air putih yang diminumnya itu bisa menciptakan tubuhnya melepaskan sodium (mineral yang dibutuhkan untuk proses metabolisme tubuh).


Padahal, kehilangan sodium bisa memengaruhi kegiatan otak. Ujungujungnya, bayi bakal mengalami gejala keracunan, di antaranya suhu badan rendah, wajah membengkak dan bahkan kejang-kejang. karena itu, Jennifer menegaskan, bayi yang minum ASI tak butuh mengkonsumsi air putih. Untuk bayi 0—6 bln cukup ASI.